5 Element atau Bagian Penting Dalam Landing Page

5 Element Penting Dalam Landing Page Untuk Meningkatkan Konversi

Apa itu landing page? seberapa penting landing page dalam bisnis online? dan apa saja bagian terpenting dalam sebuah landing page agar dapat menghasilkan konversi lebih maksimal? mari kita bahas dalam artikel kali ini dengan ditemani secangkir kopi hitam beraroma gula aren😊.

Secara terjemahan, landing berarti mendarat dan page berarti halaman. Jadi simpelnya landing page adalah halaman web dimana trafik akan mendarat setelah mengklik link.

Dalam digital marketing, landing page adalah sebuah halaman website yang berdiri sendiri dan dibuat khusus untuk kebutuhan marketing. Namun yang sangat membedakan adalah dimana web pages (halaman website) pada umumnya memiliki banyak goal atau button dalam satu halaman. Sedangkan landing page didesain hanya untuk memiliki single focus atau goal, yang biasa kita sebut call to action (CTA).

Dan karena memiliki satu fokus atau goal, maka pada umumnya landing page bisa dikategorikan menjadi 2 (dua) jenis berdasarkan tujuannya.

Squeeze Page / Opt in Page
Landing page yang bertujuan hanya untuk mendapatkan leads atau database pengunjung. Seperti nama, email, No. Handphone, dsb.

Sales Page
Landing page yang bertujuan agar pengunjung yang datang (landing) melakukan pembelian (Purchase Conversion) karena dalam sebuah sales page hanya ada satu call to action yaitu “Beli Sekarang”,Daftar Sekarang”, dan lain sebagainya.

Namun lebih luasnya, landing page juga bisa memiliki satu goal yang berbeda-beda tergantung dari tujuan marketing campaign Anda atau jenis konversi yang ingin Anda hasilkan.

Berikut beberapa contoh jenis konversi yang bisa Anda hasilkan dalam sebuah landing page:

  • Make a purchase (sales page)
  • Become a lead by submitting a form (opt in page)
  • Call you
  • Reach out to you via chat
  • Subscribe to newsletter or emailing list
  • Register for an event

Seberapa penting landing page dalam bisnis online?

Karena landing page didesain untuk fokus pada satu tujuan konversi, maka hal ini membuat landing page menjadi pilihan terbaik untuk meningkatkan “conversion rates” dari strategi marketing yang Anda jalankan.

Source: https://unbounce.com/landing-page-articles/what-is-a-landing-page/

Jika Anda melihat gambar diatas, sebuah landing page akan berperan penting setelah funnel trafik mengklik link di email, atau iklan yang Anda gunakan untuk merubah trafik menjadi campaign goal yang Anda inginkan (seperti purchase, signup, or registration).

Karena perannya yang sangat penting dalam mengkonversi trafik, maka ada beberapa element atau bagian yang sangat penting untuk ada di sebuah landing page, agar konversi yang dihasilkan dapat maksimal. Mari kita bahas selanjutnya.

5 element penting dalam sebuah landing page

Berikut dibawah ini sebuah infografis yang akan membantu Anda memetakan element-element tersebut

Source: https://www.disruptiveadvertising.com/landing-pages/landing-page/

Dan mari kita bahas satu per satu dari element tersebut.

1A) Main Headline

Semua marketers, guru, bahkan mastah akan setuju jika Headline menjadi bagian paling penting dalam sebuah landing page.

Headline yang bagus akan membuat trafik yang datang berkata “Yes, ini dia yang saya cari dan saya berada ditempat yang tepat”. Karena pada dasarnya headline tidak cukup hanya menjelaskan secara singkat apa yang Anda tawarkan, tapi juga harus membuat orang tertarik dan mau melanjutkan membaca keseluruhan isi landing page Anda.

Kunci dalam menulis headline adalah dengan mengetahui dan memahami siapa audiens Anda, dan solusi apa yang Anda tawarkan untuk dapat menyelesaikan masalah mereka.

1B) Supporting Headline

Karena main headline umumnya dibuat dengan singkat hanya dalam beberapa kalimat saja, maka supporting headline dapat membantu Anda untuk mempertebal lagi poin penting dalam main headline.

Saya pribadi selalu menggunakan sub headline di semua landing page yang saya buat. Umumnya saya menuliskan kalimat yang mempertebal lagi solusi atau masalah yang saya angkat dalam main headline.

Sebagai contoh:

Main Headline: “Ini Dia Cara Mudah Membuat Anda Turun Berat Badan Dalam 60 Hari”
Sub Headline : “Tanpa Perlu Olahraga keras dan Diet Yang Ketat Dan Membosankan”

Headline diatas mengambil angle desire atau impian orang yang ingin turun berat badan, lalu dalam sub headline saya pertebal lagi desire tersebut dengan keinginan untuk turun berat badan tanpa olahraga keras dan diet yang ketat.

1C) Hero Shot

Jika main dan supporting headline hanya menjelaskan dalam kata-kata, maka untuk itu, Anda membutuhkan sebuah visual yang mampu mendapatkan sisi emosional pembaca.

Jika menggunakan contoh headline diatas, maka Anda bisa menambahkan visual seperti gambar ilustrasi, foto, atau video yang akan membuat orang lebih tertarik dengan solusi Anda menurunkan berat badan, seperti foto orang-orang yang gemuk lalu menjadi kurus (before and after) dan sebagainya.

“Sebuah novel memiliki 10 hikmah, namun setiap foto memiliki 1000 makna”

1D) Benefit Summary

Salah satu element penting yang akan membuat pembaca berkata “Ini dia yang saya cari”. Dengan menjelaskan secara singkat tentang apa yang akan mereka dapatkan didalam penawaran Anda, akan membuat mereka semakin yakin dan percaya bahwa solusi dari masalah mereka ada didalamnya.

Pada bagian ini, akan lebih baik jika Anda tuliskan secara singkat dan simpel, karena lebih detailnya bisa Anda jelaskan pada element “Benefit driven features”.

2) Call to Action (CTA)

Inilah element yang paling penting dari 5 element yang harus ada didalam sebuah landing page. Kenapa element ini menjadi sangat penting? Karena CTA adalah apa yang Anda minta untuk dilakukan oleh pengunjung yang datang dihalaman landing page Anda. Seperti sebuah ajakan “Ayo beli”, Ayo Daftar”, “Segera Ambil”.

Namun sebelum Anda membuat button CTA, Anda harus menentukan terlebih dahulu apa yang Anda inginkan untuk dilakukan pengunjung di landing page Anda. Ini penting untuk membuat kalimat ajakan atau action yang sesuai dengan apa yang Anda inginkan.

Membuat kalimat call to action atau ajakan dengan penawaran yang spesifik bisa meningkatkan konversi yang diinginkan. Sebagai contoh, jika Anda ingin pengunjung yang datang ke landing page Anda untuk mendaftar free webinar yang akan Anda adakan, maka daripada Anda membuat call to action “Daftar Webinar Sekarang!” akan lebih baik jika dengan kalimat “Daftar Sekarang, Karena Terbatas hanya 100 seat”.

Dan sebagai tips tambahan, warna dari button CTA juga akan sangat berperan secara psikologi agar orang mau mengklik. Berikan warna yang sangat mencolok atau warna yang kontras dengan warna dasar dari landing page Anda.

3) Benefit Driven Features (Show them the benfits)

Jika seseorang sudah mulai scrolling di landing page Anda, maka kemungkinan besar mereka sudah “tertarik”, mungkin karena headline, gambar, atau visual yang Anda tampilkan.

Langkah selanjutnya adalah membuat mereka semakin yakin dan percaya atas penawaran yang Anda sampaikan. Tidak sedikit marketer yang menghabiskan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari hanya untuk memperbaiki offer atau produknya. Padahal, pengunjung sebenarnya tidak terlalu peduli dengan apa yang Anda tulis atau sebagus apapun produk yang Anda tawarkan.

Yang mereka pedulikan hanyalah “Apakah ini akan membuat hidup saya lebih mudah?” dan “Apakah ini akan menyelesaikan masalah saya?”

Itulah kenapa menyampaikan benefit yang akan mereka dapatkan menjadi element penting yang harus ada di sebuah landing page.

4) Social Proof

Menurut Reevo, customer reviews atau social proof meningkatkan konversi sales hingga 18%. Itulah kenapa element ini juga menjadi bagian penting yang harus ada didalam landing page Anda.

Saya yakin, jika Anda ingin membeli barang secara online entah melalui marketplace atau instagram, yang Anda baca terlebih dahulu adalah review dari orang-orang yang sudah menggunakan produk tersebut lebih dulu sebelum Anda memutuskan untuk membeli.

Dalam bisnis online, orang percaya karena apa kata orang, bukan apa kata penjual.

5) Closing Argument Statement

Element terakhir ini juga tidak kalah penting, karena pada element ini Anda dapat menyampaikan sebuah kesimpulan yang akan membuat pengunjung merasa bersalah jika tidak mengambil tindakan saat itu juga.

Sebagai contoh dengan menjelaskan bahwa apa yang Anda tawarkan terbatas baik jumlah dan waktu, atau value yang Anda berikan tidak akan mereka temukan diluaran sana.

Dalam element terakhir ini juga bisa Anda sisipkan CTA button agar mereka tidak perlu lagi scrolling keatas untuk mengklik button agar konversi tetap terjadi.

Demikianlah pembahasan 5 element atau bagian penting yang dalam landing page untuk meningkatkan konversi. Kini saatnya Anda membuat landing page Anda sendiri dan gunakan kelima element tersebut.

Jika ada pertanyaan, jangan sungkan untuk bertanya dikolom komentar dibawah ini.

Share konten ini agar banyak orang mendapatkan manfaatnya. Cukup klik salah satu button dibawah ini 👇👇

Leave a Comment