Google Ads VS Facebook Ads, Mana Yang Lebih Efektif Untuk Bisnis Anda?

  • Durasi membaca      : 8-10 menit
  • Alasan                         : Banyak advertiser dan pebisnis online yang masih bingung memilih mana yang lebih efektif untuk bisnisnya.
  • Goal pembaca           : Pembaca dapat memahami perbedaan mendasar dari kedua platform beriklan ini (Facebook Ads dan Google Ads). Serta dapat menentukan dengan percaya diri platform mana yang ingin digunakan.

Di era digital dan penetrasi smartphone yang semakin masif saat ini, mengandalkan cara konvesional dalam mempromosikan produk Anda seperti membuat brosur, memasang iklan dikoran, atau menempelkan poster di tembok-tembok sangatlah tidak cukup.

Dibutuhkan cara yang lebih efektif dan efesien dalam menjangkau calon customer agar lebih luas dan masif. Dan cara tersebut adalah dengan menggunakan strategi Online Advertising (beriklan di platform digital menggunakan internet).

Dan jika berbicara online advertising, maka tidak akan luput dari 2 (dua) platform terbesar saat ini yang banyak digunakan, yaitu Google Ads dan Facebook Ads. Hingga saat ini kedua platform tersebut masih menjadi primadona bagi para pengiklan dan pebisnis untuk memperluas target market mereka.

Lantas, munculah sebuah pertanyaan yang sering sekali kita dengar, lebih efektif mana beriklan di Google Ads atau Facebook Ads?

Dan untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan membahasnya secara mendasar dalam artikel ini, dengan harapan Anda bisa mendapatkan insight mendasar dalam menentukan platform mana yang akan Anda gunakan nantinya.

1. Pengertian & Sejarah Singkat

Google Ads
Dulu bernama Google AdWords, salah satu produk periklanan yang dibuat oleh Google yang sampai saat ini masih menjadi sumber pemasukan utama Google dari bidang periklanan. Pada prinsipnya, Google Ads merupakan strategi pemasaran yang menggunakan mesin pencarian Google sebagai sarana beriklan (Search Engine Marketing).

Facebook Ads
Sebuah fitur yang ditawarkan oleh Facebook untuk mempromosikan suatu Fanspage dengan jangkauan yang berbeda dan dapat diatur oleh pemasang iklan tersebut.

Pada awalnya, beriklan di Facebook hanya bisa dilakukan oleh orang-orang atau brand yang telah bekerja sama dengan Facebook. Namun seiring dengan perkembangannya, Facebook memutuskan fitur iklan ini bisa diakses oleh semua orang menggunakan akun business manager. Dan mulai booming masuk ke Indonesia sejak tahun 2010, itupun hanya beberapa kalangan saja yang menggunakan fitur iklan ini.

2. Jumlah Pengguna

Google Ads
Diakhir tahun 2019, Google mengklaim bahwa jumlah pengguna aktif layanan Google seperti Android, Gmail, Gdrive, dsb mencapai hingga 2,5 Miliar pengguna (ini angka yang sangat masif). Bahkan diprediksi akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet.

Dengan jumlah pengguna aktif yang sebanyak itu, tidak heran jika layanan Google Ads banyak dilirik oleh para pengusaha untuk mempromosikan produknya ke miliaran orang pengguna layanan Google tersebut.

Facebook Ads
Bersumber dari laporan keuangan perusahaan Facebook pada kuartal III 2019, ada sekitar 2,4 miliar pengguna yang mengakses Facebook setiap bulannya. Dan jumlah pengguna aktif bulanan ini meningkat 8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Lalu berapa banyak pengguna aktif Facebook di negara kita sendiri Indonesia?

infografis pengguna facebook

Dengan jumlah 120 juta pengguna, membuat Facebook juga tidak kalah menarik dari Google untuk menjadi alternatif platform beriklan dan mempromosikan produk.

3. Prinsip Targeting

Google Ads
Sebagaimana kita ketahui, Google berfokus pada strategi Search Engine Marketing. Artinya prinsip Google dalam menargetkan audiens adalah berdasarkan “Keyword” (kata kunci) yang diketikkan pengguna Google search saat mencari informasi.

Google menawarkan dua pilihan penampilan iklan,

Search Network. Penampilan iklan melalui jaringan pencarian keseluruhan mesin pencari. Artinya iklan hanya akan tampil ketika orang-orang mengetikkan kata kunci yang dibidik.

Display Network. Penampilan iklan bisa dalam bentuk visual seperti banner dan didistribusikan ke jaringan blog/web yang telah terdaftar menjadi partner Google Adsense.

Prinsip targeting yang berdasarkan kata kunci ini, membuat tingkat konversi penjualan semakin tinggi, dikarenakan pengguna Google secara spesifik mencari sesuatu atau mencari barang yang mereka butuhkan.

Tidak hanya itu, Google Ads juga dapat menargetkan audiens berdasarkan lokasi dimana pengguna tersebut mengakses Google. Hal ini karena adanya fitur Geo Location dalam mesin pencari Google.

Facebook Ads
Sangat berbeda dengan Google Ads, prinsip targeting dari Facebook Ads adalah berdasarkan Interest (ketertarikan) dan Demografi.

Facebook juga memberikan Anda kebebasan untuk menentukan target audiens dengan menggunakan fitur filter berdasarkan Interest, demografi, geografi, bahkan digital behavior (kebiasaan Anda dalam aktifitas digital).

Sebagai contoh filtering targeting dalam Facebook Ads:

Demografi       : usia, jenis kelamin, status, bahasa
Interest             : Hobi apa, suka nonton apa, suka baca apa, suka public figure siapa…
Behavior          : pengguna ios atau android, sering belanja dsb.

Dengan targeting yang sangat lengkap seperti ini, membuat Anda bisa menampilkan iklan hanya ke audiens yang tepat dan benar-benar Anda butuhkan.

4. Ads Creative

Google Ads
Karena berdasarkan keyword atau kata kunci, maka ide kreatifitas iklan akan ditentukan dari kata kunci yang dibidik seperti berapa banyak jumlah pencarian kata kunci tersebut dan tingkat persiangannya.

Dan karena iklan yang ditampilkan berupa kalimat atau frasa, maka teknik Copywriting akan sangat berperan penting. Bagaimana membuat kalimat iklan agar orang mau klik iklannya.

Facebook Ads
Konten visual akan sangat berperan dalam Facebook Ads. Karena kreatifitas iklan akan ditentukan dari seberapa menariknya gambar atau video yang Anda tampilkan sehingga orang mau berhenti scrolling dan akhirnya membaca iklan Anda.

5. Ads Budget & Payment

Google Ads
Budget atau biaya iklan yang dibutuhkan tergantung dari jumlah bidding dari setiap kata kunci yang dibidik. Semakin tinggi nilai bidding Anda, maka akan berpeluang besar iklan Anda muncul dan semakin tinggi pula budget yang dibutuhkan.

Biaya yang dibebankan juga beradasarkan klik atau lebih dikenal Pay per Click. Artinya Anda hanya akan membayar Google jika ada orang yang mengklik iklan Anda.

Facebook Ads
Tidak jauh berbeda dengan Google, Facebook sendiri juga akan membebankan biaya kepada Anda hanya ketika ada orang yang mengklik iklan.

Dan terkait budget yang dubutuhkan, akan tergantung dari sebarapa banyak Anda ingin menjangkau jumlah audiens atau potensi reach.

6. ReTargeting / ReMarketing

Google Ads
Google juga memiliki fitur untuk menargetkan ulang (Retargeting) ke audiens yang pernah berinteraksi dengan website Anda menggunakan fitur Google Tag Manager.

Fitur ini akan sangat membantu meningkatkan konversi, karena audiens yang ditargetkan adalah orang-orang yang sudah mengenal dan mengetahui produk/bisnis Anda.

Facebook Ads
Fitur yang diberikan Facebook dalam strategi Retargeting adalah “Audience Pixel”. Dimana sebuah code yang diberikan Facebook harus Anda masukkan kedalam website Anda, sehingga Facebook dapat mengumpulkan data audiens yang berinterkasi dengan produk/bisnis Anda.

Dan Facebook juga memiliki fitur yang disebut “Look a Like Audience”, dimana Anda bisa memerintahkan Facebook untuk mencarikan audiens yang serupa dengan audiens yang telah Anda tentukan sebelumnya. Fitur ini akan sangat efektif dalam tahap scaling.

7. KESIMPULAN

Baik Facebook Ads atau Google Ads memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua fitur yang diberikan kedua platform tersebut sama-sama dapat membantu mempromosikan produk/bisnis Anda ke audiens yang lebih luas.

Facebook Ads menargetkan audiens berdasarkan interest sehingga kuncinya adalah dengan mengetahui dan memahami siapa audiens yang tepat untuk produk/bisnis Anda.

Sedangkan Google Ads akan muncul berdasarkan apa yang Anda cari. Menggunakan Google Ads, Anda harus mencari tau pasti kata kunci dan Anda tidak dapat mengontrol audiens yang akan melihat iklan Anda. Umurnya berapa, gendernya apa, mereka akan bisa melihat iklan Anda selama mereka mengetikkan kata kunci yang Anda dibidik.

Berdasarkan prinsip targeting diatas, Facebook Ads akan sangat efektif untuk membangun “Brand Awareness” agar produk Anda dapat dikenal lebih luas dan lebih cepat. Sedangkan Google Ads akan sangat efektif untuk meningkatkan konversi penjualan, karena audiens yang datang adalah mereka yang membutuhkan. Sehingga jika Anda menggunakan kedua platform ini dengan baik, maka akan menjadi kombinasi promosi yang cetar.

Demikian pembahasan saya mengenai Facebook Ads dan Google Ads, mana yang lebih baik untuk Anda? Anda sendirilah yang dapat menentukannya.

Pada akhirnya, semoga bermanfaat.

FBAdsEliteTrainingGif

Share konten ini agar banyak orang mendapatkan manfaatnya. Cukup klik salah satu button dibawah ini 👇👇

Leave a Comment

error: Content is protected !!